Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

Teka-teki Jabal Magnet

ARI Tafsir Rahmat oleh H Oemar Bakry halaman 859, kita kutip informasi Allah SWT dalam Alquran pada Surah Faathir (Pencipta): 41. Sebagai berikut ini; “Sesungguhnya Allah menahan ruang angkasa (langit) dan bumi agar jangan hancur berantakan (lenyap).” Dan di dalam keterangannya menjelaskan kekuatan yang menahan antara satu sama yang lain (benda langit) disebut orang gravitasi, kekuatan gaya tarik menarik.
Siapakah yang menciptakan graviatsi itu? Tiada lain ialah Allah Yang Maha Kuasa.
Selama ini misteri Jabal Magnet di Madinah yang hanya kita baca dan lihat melalui media, syukur Alhamdullilah, kali ini saya bisa langsung menyaksikannya dengan mata kepala sendiri.
Tarikan magnet mulai terasa ketika bus melewati beberapa gunung batu yang terlihat gersang. Laju bus yang kami tumpangi mulai melambat walaupun jalan tidak menanjak. Suara mesin bus semakin terdengar menderu-deru ketika kendaraan itu pas berada di atas jalan yang ditandai garis putih. Supir terlihat menginjak pedal gas dalam-dalam.
Supir mulai menghentikan bus. Ia lalu menetralkan gigi persneling. Secara perlahan bus bergerak mundur walaupun jalan tidak menurun.
Karena melaju mundur, supir tidak lama membiarkan busnya terus melaju. Supir lalu memasukkan lagi gigi persneling dan bus pun melaju meskipun lambat.
Semakin jauh dari jalan yang ditandai garis putih, laju bus kian kencang karena tidak lagi tertarik magnet. Setelah tiba di bundaran, supir membalikkan laju bus dan kembali ke arah Kota Madinah.
Di tempat yang ditandai garis putih, supir kembali menghentikan busnya. Ia memberi tahu kepada seluruh jamaah bahwa ia menetralkan gigi persneling.
Bus mulai bergerak maju walaupun supir tidak memacunya. Laju bus semakin lama semakin kencang dan spidometernya menunjukkan kendaraan itu melaju sampai 110 kilometer per jam. Kecepatan itu diperoleh bus tanpa mendapat bantuan mesin karena gigi berada pada posisi netral. Laju bus tanpa gigi persneling itu berlangsung sepanjang empat kilometer.
Di jalan sepanjang empat kilometer itu bus tertarik magnet. Setelah melewati empat kilometer, supir bus harus memasukkan gigi persneling karena pengaruh magnet sudah melemah.
Majalah Mawaddah terbitan Garuda Indonesia edisi November 2004 (Ir H Bambang Pranggono MBA IAI) memuat artikel mengenai keanehan suatu daerah di Madinah yang dikenal dengan nama Mantheqa Baida. Letaknya di balik gunung Uhud tempat terjadi perang sengit antara pasukan Rasulullah SAW dengan kaum kafir Quraisy, kira-kira setengah jam perjalanan dari Masjid Nabawi.
Wartawan Harian Republika, 9 Maret 2004, menyebut daerah itu dengan Alkhadil. Keganjilan terjadi pada 5 kilometer ruas jalan aspal menjelang masuk ke sana.
Pada pertengahan 1995, sebuah pesawat latih jatuh di daerah itu tanpa dikenal sebabnya. Ada tiga teori, (1) Ilusi. Philip Gibbs dari Universitas California Riverside berteori bahwa fenomena Mantheqa Baida ini hanya ilusi, sesatan penglihatan mata. Jalanan di sana yang terlihat seperti menanjak sebenarnya menurun sehingga dalam keadaan mesin mati, mobil bisa menggelinding ke atas. Bahkan, kalau ada sungai di sana, akan tampak seolah-olah air sungai mengalir ke atas. (2) Skeptis. Penduduk setempat menganggap kejadian itu biasa-biasa saja. Menurut mereka, toh kita tahu bahwa bumi memang memiliki kekuatan jadzaabah (grafitasi).
Justru pada pendatang yang heboh berkunjung di hari libur. Para ilmuan lokal seperti Dr Abdullah bin Abdulhamid, pengajar di Universitas Islam Madinah mengatakan, bahwa fenomena itu tidak perlu dibesar-besarkan. Dia tidak tertarik meneliti lebih lanjut karena takut menjadi musyrik. Lho! (3) Antusias.
Gejala di sana cukup aneh. Mengetahui bahwa mobil bisa bergerak sendiri, tetapi kenyataannya logam lain seperti pisau dan jam tangan tidak tersedot.
Dengan semangat ilmu pengetahuan, fenomena tadi cukup menarik untuk diteliti. Mungkin gunung-gunung batu di sekitar Uhud mengandung sejenis logam dengan karakter magnet tertentu. Ini adalah fenomena magnet yang menantang.
Negara maju sudah menciptakan kendaraan dengan perinsip Maglev, magnetic-levitaton, daya angkat magnetic. Gerbong-gerbong magnetic dan digeser ke ruas berikutnya oleh penggantian hidup mati kumparan listrik. Karena tidak ada gesekan, kereta itu bisa melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kereta api dengan konsep maglev sudah ada di Jepang, Jerman, Prancis, dan kini di Cina. Maglev dengan kecepatan 450 kilometer per jam sudah beroperasi di Shanghai.
Daya tarik-menarik dan tolak-menolak antara pemusatan magnet di dalam gunung batu dan konsentrasi logam di mobil itulah yang membuatnya berjalan menanjak sendiri.
Atau sebaliknya menahan laju mobil, atau membelokkan arah setir. Gejala ini sering terjadi di daerah angker, di tikungan atau hutan tertentu sehingga sering mengakibatkan kecelakaan.
Orang-orang menganggap daerah itu ada penunggunya. Akibatnya, mereka menjadi musyrik dengan memberikan sesajen atau melemparkan rokok. Ironisnya, ketika orang-orang kafir mengenal kekuatan magnet dan memanfaatkan daya itu untuk kereta api super cepat, sebagian dari kita yang katanya muslim, masih terbenam dalam tahayul.
Fenomena ini sebetulnya harus merangsang ilmuan Muslim untuk meneliti Mantheqa Baida dan setiap daerah angker lain, supaya terbongkar penyebab keanehan-keanehan secara ilmiah, mengubahnya menjadi kekuatan yang bermanfaat dan memberantas kepercayaan khurafat dan musyrik yang menyesatkan. Insya Allah.***
Ir Rony Ardiansyah MT IP-U,  Peminat Sains Quran/Dosen Pasca Sarjana Magister Teknik Sipil UIR

Selasa, 21 Desember 2010

BELAJAR DARI REALITA SAAT INI

Sebuah pernyataan begitu signifikan dengan kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi di negri ini, Indonesia berduga banyak pengamat-pengamat negri ini berkata seperti itu namun dilain sisi ada berbagai pecundang-pecundang kelas kakap alias Parpol memanfaatkan situasi ini untuk berebut pengharuh kepada korban-korba
n. Memang sesuatu yang aneh alih-alih memberikan bantuan tetapi ada maksud lain hanya untuk kepentingan mereka . apakah ini yang disebut dengan peduli kepada sesama padahal mereka hanya ingin ada imbalan yang setimpal dan bisa meninggikan atau meloncengkan nama politik mereka. Padahal diterangkan dalam surat Al-Baqarah Ayat 264 :
“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu di timpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah ). Maka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”
Tapi apalah arti penyesalan kini semua telah terjadi banyak terlihat dalam media cetak maupun televisi menayangkan berbagai berita yang penuh dengan pertanyaan dan maksud lain dari ini semua. Tinggal bagaimana yang harus dilakukan sebagai pemuda yang entah beberapa tahun lagi akan mengemban penerus estafet dalam pemerintahan. Semoga kita para pemuda bias mengmbil kekurangan-kekurangan yang ada pada perintah saat ini, diatas merupakan hanya seadegan contoh nyata yang baru-baru ini. Kita sebagai pemuda harus mencontoh teladan kita sepanjang masa Yaitu Rosulullah SAW. Yang penuh perhatian kepada umatnya dan bawasanya beliau adalah sosok kepala negara (islam) yang sempurna. Setetes kisah dari Rosulullah dengan seorang anak yatim tentang kepedulian beliau adalah
“kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo’akan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu.
Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.
Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.
Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”

Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”
Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku Rasulullah menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu dan Aisyah menjadi ibumu ?. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya.
Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.
Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :
“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”
Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatima Az`Zahra. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki adik adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein. , dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”
Rasulullah saw bersabda : ”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”
Dalam kesempatan lain,Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda :”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada kepala anak yatim di hari Assyura, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam Asyuro, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalamkeadaan kenyang semuanya.”— Al Hadis.
Ya Rasullullah, sungguh mulia ahlakmu, sungguh banyak anak2 yatim-mu, pantaslah engkau disebut Abul Yatama (Bapaknya anak-anak Yatim) di seluruh dunia dari dulu hingga akhir zaman.
Wahai para anak Yatim, sama halnya dengan gadis kecil dalam cerita di atas, Laa Tahzan, Janganlah kalian bersedih, justru berbanggalah kalian, karena Bapak kalian adalah Rasulullah saw, sang manusia suci, Kekasih Allah swt.

Kamis, 17 Desember 2009

Abu Bakar Al Shiddiq


Abu Bakar lahir tahun 573 M. Abu Bakar adalah nama gelar sedangkan nama aslinya adalah abdullah ibn Abu Kuhafah, lalu ia mendapat gelar al-siddiq setelah masuk agama Islam. Semenjak masa kanak-kanak, Abu Bakar adalah pribadi yang terkenal jujur, tulus, penyayang dan suka beramal. Abu Bakar adalah salah seorang yang pertama kali menerima seruan Nabi Muhammad saw untuk menjadi seorang muslim. Abu Bakar menjadi khalifah yang pertama sepeninggal Nabi Muhammad saw.
Setelah saidina Abu Bakar dipilih sebagai Khalifah Rasulallah s.a.w. maka beliau menyampaikan ucapannya yang pertama kepada orang ramai:
  "…..Saudara-saudara sekalian,  saya sudah terpilih untuk memimpin kamu semua, dan saya bukanlah orang yang terbaik diantara kamu sekalian. Kalau saya berlaku baik bantulah saya, kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah. Kebenaran adalah suatu amanah, dan dusta adalah  pengkhianatan.  
Orang yang lemah diantara kamu adalah kuat dipandangan  saya, sesudah haknya saya berikan kepadanya, Insya Allah. Orang yang kuat diantara kamu adalah lemah dipandangan saya ,  sehingga saya terpaksa menarik kembali hak daripadanya, Insya Allah ! Janganlah ada seseorang dari anda sekalian yang mau meninggalkan jihad.
 Apabila sesuatu kaum telah meninggalkan jihad (perjuangan dijalan Allah), maka Allah akan menimpakan kehinaan kepadanya. 
Apabila kejahatan sudah meluas pada sesuatu golongan, maka Allah akan menyebarkan bencana kepada mereka. 
Ikutlah saya selama saya taat kepada perintah Allah dan RasulNya. Tetapi apabila saya melanggar (perintah) Allah dan RasulNya maka tidak wajib anda sekalian mentaati saya. Marilah kita solat, semoga Allah memberi Rahmat kepada anda sekalian." 
   Saidina Abubakar Assiddiq telah banyak jasanya  terhadap Islam dan Ummatnya. Antaranya beliau telah ikut bersama Nabi s.a.w. berhijrah ke Madinah, dan beliau telah berjaya menyelamatkan Negara Islam dari kehancuran desebabkan ramai yang telah berpaling tadah dan memberontak, setelah mereka mengetahui Nabi Mohammad s.a.w. telah wafat. 
Saidina Abubakar juga telah berjasa besar dalam mengumpulkan ayat-ayat al-Quran, yang pada mulanya ditulis dipelepah kurma, tulang-tulang, kulit-kulit, dan ramai pula yang menghafalnya. Pengumpulan kitab suci al-Quran disusun demikian rupa sesuai dengan  petunjuk yang telah diberikan dizaman  hayat Nabi s.a.w.  
Saidina Abubakar Assiddiq telah menghantar tentara Islam memerangi orang-orang yang murtad, memerangi orang-orang enggan membayar zakat, dan memerangi nabi-nabi palsu.    
Beliau juga telah berjaya mengajak ummat manusia ke jalah Allah dan terhadap mereka yang enggan diberikan pilihan, jika tak mahu masuk Islam mereka masih juga dilindungi dengan membayar sedikit cukai perlindungan (jizyah), jika masih enggan juga maka mereka seperti ini terpaksalah ditindak (diperangi). 
Meskipun demikian sebelumnya saidina Abubakar terlebih dahulu menasihati tentara Islam mengikut jejak amal perbuatan yang dilakukan oleh Nabi s.a.w. antara lain beliau berpesan :
  "Wahai tentara semuanya, perhatikanlah ! Jangan menipu atau membohongi orang lain. Jangan menganiaya atau menyiksa orang. Jangan membunuh orang-orang tua, anak-anak atau orang perempuan. 
Jangan membakar pohon kurma. Jangan menebang pohon buah-buahan yang lain. Jangan menyembelih kambing atau sapi atau unta kecuali untuk makanan yang dimestikan. 
Satu ketika kamu akan sampai ke tempat-tempat orang yang telah meninggalkan keduniaan, mereka masuk kedalam biara-biara untuk mengasingkan diri dari masyarakat ramai, jangan kamu sampai mengganggu mereka. Biarkanlah mereka beribadah mengikut kepercayaan mereka."  
Hal ini sesuai dengan firman Allah yang bermaksud :  "Perangilah di jalan Allah mereka yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampau batas, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas." (Quran, 2: 190)   
Alhamdulillah berkat usaha gigih dan diikuti dengan ajaran Islam yang benar dan adil terhadap siapa saja, maka pengaruh Islam tambah luas sehingga kerajaan Rome dan Parsi dapat dikuasai.
Khalifah Abubakar bin Abi Quhafah dengan gelaran Abubakar Assiddiq, telah memerintah selama 2 tahun 3 bulan, dengan pemerintah pusatnya di Madinah. 
Beliau wafat pada 22hb Ogos 634 M. dalam usia 63 tahun, disebabkan mengidap demam panas selama 15 hari. Dikebumikan berhampiran dengan tanah perkubuaran Nabi s.a.w. di Madinah. 

Sabtu, 26 September 2009

Umar Bin Khattab


Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.

Pada suatu malam hartawan Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk diajak pergi ke pinggir kota Madinah.
“Malam ini akan ada serombongan kafilah yang hendak bermalam di pinggir kota, dalam perjalanan pulang”, kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf.
“Lalu apa masalahnya?” tanya Abdurrahman.
“Kafilah ini akan membawa barang dagangan yang banyak, maka kita sebaiknya ikut menjaga keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi nanti malam kita bersama-sama harus mengawal mereka”, sahut sang Khalifah. Abdurahman dengan senang hati membantu dan siap mengorbankan jiwa raganya menemani tugas khalifah yang ia cintai ini.

Demikianlah sang khalifah menjalankan tugasnya, turun tangan langsung untuk memastikan rakyatnya tidur dan hidup dengan tenang. Bahkan malam itu khalifah Umar mendesak Abdurahman untuk tidur sambil siaga sementara ia sendiri tetap terjaga hingga pagi hari.

Khalifah Umar bin Khattab memang dikenal sebagai seorang pemimpin yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik secara diam-diam. Orang yang ditolongnya sering tidak tahu, bahwa penolongnya adalah khalifah yang sangat mereka cintai.

Pernah suatu malam Auza’iy pernah ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.

Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan . Di sampingnya, duduk suaminya yang kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.

Pada kisah lainnya, ketika sang Khalifah sedang ’meronda’, ia mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari pinggiran jendela ia mendengar, sang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu. Sang ibupun berusaha menenangkan sang anak dengan berpura-pura merebus sesuatu yang tak lain adalah batu, agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Khalifah Umar diluar jendela, sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar hal ini tak dapat menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Dan keluarga itu tak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab !